Menurut Zulhas, sapaan karib Ketua Umum PAN, kenaikan elektoral partai berlambang matahari putih ini akan dijadikan penyemangat sekaligus masukan untuk ke depannya agar lebih baik.
"Survei-survei ini memang beragam. Kita terima kasih baik tinggi maupun rendah. Itu akan jadi penyemangat, apakah yang bagus atau tidak bagus, jadi penyemangat," kata Zulhas kepada wartawan di Kantor DPP PAN, Bilangan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (23/8).
Zulhas menambahkan, pihaknya tetap berterimakasih meskipun kader PAN digenjot untuk tidak hanya berpacu pada hasil survei. Sebab, sejak dahulu PAN selalu disebutkan di lembaga survei sekitar 2 persen, namun hasilnya dalam setiap Pemilu justru 7 persen.
"Yang paling penting kader kita harus tetap bekerja keras tidak tergantung pada survey. Karena kalau dari dulu PAN itu 2 persen belum pernah itu jarang sekali, tapi hasilnya 7 persen terus," tuturnya.
"Nah oleh karena itu jadi masukan untuk kita lebih baik," pungkasnya.
Partai Amanat Nasional (PAN) mengalami peningkatan signifikan, dari posisi bulan April 2021 PAN di angka 2.2 persen meningkat ke 5. 8 persen. Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengalami penurunan posisi di bulan April berada di urutan ke 5 (5.3 persen) sekarang terjun bebas di posisi 8 (4.95 persen).
"Terjadi perubahan pada tingkat keterpilihan partai politik; PKS mengalami penurunan signifikan, kondisi ini seiring dengan peningkatan perolehan angka keterpilihan pada PAN yang berhasil unggul dari PKS," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah dalam hasil surveinya, Sabtu (14/8).
BERITA TERKAIT: