Begitu Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, menelaah sikap Megawati terhadap Jokowi yang kerap mendapat kritik dari publik terkait kepemimpinannya di pemerintahan, khususnya mengenai penanganan Covid-19.
Pasalnya Ujang memandang wajar pernyataan Megawati yang mengaku sedih melihat Jokowi dihujat hingga dikritik. Karena menurutnya, Megawati bisa saja menafsirkan para pengkritik sedang melakukan manuver politik.
"Ungkapan yang wajar dari Megawati. Karena memang kelihatannya banyak yang menyerang dan membully Jokowi dengan tanpa argumen," kata Ujang Komarudin saat dihubungi
Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (20/8).
Selain itu, Ujang juga melihat beberapa waktu terakhir ini Megawati bersama kader PDIP beramai-ramai mengkritik pemerintahan Jokowi. Ia berpendapat hal ini antara lain untuk menjaga Jokowi agar tetap stabil.
"Dukungan Megawati ke Jokowi bisa saja dalam rangka untuk menjaga pemerintahan agar stabil hingga 2024," ujar Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini.
Adapun, terkait spekulasi dukungan Megawati ke Jokowi beberapa waktu belakangan untuk kepentingannya Puan Maharani di Pilpres 2024 dinilai masih terlalu jauh.
"Soal
feedback dukungan untuk Puan, mungkin belum, masih terlalu dini," demikian Ujang Komarudin.
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengaku sedih, banyak yang menjelek-jelekkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia meminta para pengkritik pemerintah diminta untuk menemui Jokowi secara langsung untuk membahas solusi atas kebijakan yang dianggap gagal.
"Saya sangat sedih kalau banyak orang sepertinya menjelekkan Pak Jokowi, (menganggap) pemerintah kita gagal. Saya hanya ingin orang itu (pengkritik) datang baik-baik, bertemu Pak Jokowi dan mengatakan kegagalannya di mana dan konsep dari orang itu supaya tidak gagal," kata Megawati saat sambutan peletakan batu pertama pembangunan pelindungan kawasan suci Pura Besakih secara daring, Rabu (18/8) lalu.
BERITA TERKAIT: