"Saya kira agak berat ya walaupun itu akan sangat menarik jika terjadi," kata pengamat politik Abdul Hamid kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (28/4).
Apabila itu terjadi, tentu kontestasi pilpres akan seru. Friksi-friksi yang ada akan relatif cair, bentuknya tidak akan mengeras seperti pilpres sebelumnya karena polarisasinya akan berbeda.
"Beratnya ya secara partai tidak memungkinkan itu terjadi. Kecuali ada tsunami politik di tubuh PDIP, atau paling tidak kepentingan Jokowi sama sekali tidak diindahkan oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Karena Jokowi 7 tahun lalu berbeda dengan Jokowi sekarang," ujar Abdul Hamid melanjutkan.
Saat ini, lanjut Cak Hamid sapaan akrab Direktur Visi Indonesia Strategis itu, Jokowi sudah punya jam terbang yang tinggi, bukan sekedar petugas partai biasa.
Dengan demikian, suami Ibu Negara Iriana itu sudah waktunya untuk menjadi pemain mandiri, dengan tim sendiri.
"Jadi, jika kepentingan Jokowi tidak diindahkan, maka bisa saja Jokowi akan mendukung Anies. Karena kalau secara personal, sebenarnya keduanya tidak ada persoalan," ucap Cak Hamid.
BERITA TERKAIT: