Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto mengatakan, investigasi ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran kabar dan menimbulkan polemik yang bersifat politis.
"Selain untuk tujuan itu, pemahaman atas penyebab kecelakaan menjadi penting bagi pengoperasian kapal selam kita yang lain di masa yang akan datang,†ujar Mulyanto lewat keterangan persnya, Senin (26/4).
Dengan adanya investigasi secara komprehensif tersebut, kata Mulyanto, diperlukan untuk pendayagunaan kemampuan sumber daya IPTEK kelautan Indonesia.
Wakil Ketua FPKS DPR RI ini minta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat mendayagunakan lembaga riset kelautan yang di miliki Indonesia.
Menurutnya, kemampuan teknologi lembaga-lembaga riset ini harus terus diasah dan disempurnakan melalui penerapan dalam penugasan agar semakin tangguh.
Sebagai negara bahari, lanjutnya, Indonesia harus terus meningkatkan kemampuan teknologi dan SDM kelautannya.
“Pemerintah perlu menyusun rencana pengembangan kemampuan teknologi kelautan tersebut, agar kapasitas dan kapabilitas tersebut semakin meningkat dan dapat diandalkan,†katanya.
Ke depan, Mulyanto berharap kemampuan teknologi ini dapat dimanfaatkan dalam mengelola sumber daya kekayaan laut termasuk untuk tugas perbantuan kasus-kasus kecelakaan laut.
“Dalam kasus ini kita perlu mengerahkan semua kemampuan riset yang dimiliki untuk menganalisis penyebab kecelakaan KRI Nanggala-402 secara akurat, sehingga tidak menjadi polemik spekulatif yang bernuansa politis di masyarakat,†pungkasnya.