Menurut Sekretaris DPW PKB Jatim, Anik Maslachah, ini mencerminkan kedewasaan politik kader PKB sudah cukup matang.
"Kita sudah capek dengan perseteruan politik, bagi PKB itu sudah lewat dan waktunya kita menebar kemaslahatan (kemanfaatan) melalui kebijakan politik," katanya beberapa waktu lalu.
Sehingga, lanjut Anik, tidak ada lagi barisan sakit hati pasca musyawarah cabang.
"Semua dilakukan dengan musyawarah mufakat, semua kader yang siap berjuang melalui PKB terakomodir dalam kepengurusan dan itu saat muscab sekaligus dikukuhkan semua pengurus DPC se-Jatim di tanggal 7 Maret kemarin," paparnya, dikutip
Kantor Berita RMOLJatim.
Dengan begitu, Anik yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim ini menaruh harapan besar kepada pengurus yang baru bisa lebih cepat bergerak untuk melakukan
refresh design demi menyongsong kemenangan pada Pemilu 2024.
"Program-program yang dibuat tidak sekadar retorika dan kemenganan pemilu, namun lebih pada kita selalu hadir di saat masyarakat membutuhkan. Kita menjadi solusi dari persoalan-persoalan masyarakat," terangnya.
Di samping itu, lanjut Anik, menjaga soliditas internal dan melakukan sinergitas dengan semua elemen masyarakat, utamanya dengan NU. Khidmat kepada NU harus lebih diperkuat dan lebih maksimal lagi.
"Karena adanya PKB berawal dari para masayikh NU, sehingga wajib hukumnya seluruh kader PKB menjaga eksistensi, memperjuangkan program-program, demi keberlangsungan dan kebesaran NU," tegas Anik.
"PKB harus bisa menjadi ruang agregasi bagi masyarakat dan wadah aspirasi yang menjadi idaman dalam mengawal keberlangsungan reformasi," demikian Anik Maslachah.
BERITA TERKAIT: