"KPK telah memulai penyelidikan pada beberapa pasangan yang ikut di dalam penyelenggaraan Pilkada ini," kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dalam pembekalan cakada Provinsi Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Barat yang disiarkan secara virtual, Kamis (5/11).
Nawawi menambahkan, KPK tak segan menindak para calon kepala daerah yang melakukan korupsi di tengah masa penyelenggaraan Pilkada, termasuk di NTB dan terlebih berkaitan dengan petahana.
"Kami memastikan bahwa tindakan penyelidikan, penyidikan, penuntutan perkara tindak pidana korupsi dalam situasi apapun terus berlanjut," imbuh Nawawi.
Dia pun menegaskan, KPK selalu melakukan pemantauan pada setiap tahapan Pilkada, termasuk di masa pandemi seperti tahun ini. Hal itu untuk memastikan pengawasan pilkada tidak ternodai oleh praktik korupsi.
Namun demikian, ia belum mau membuka secara rinci sosok paslon maupun lokasi mana yang sedang dilakukan penyelidikan dalam memantau penyelenggaraa Pilkada Serentak 2020.
"Syukur Alhamdulillah, kalau bisa kami sebutkan, itu ada berada di luar Sulawesi Utara," demikian Nawawi.
BERITA TERKAIT: