PAD Merosot Tajam, DPRD Minta Pemprov DKI Tidak Boros Dalam Penyusunan RAPBD 2021

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Selasa, 06 Oktober 2020, 08:34 WIB
PAD Merosot Tajam, DPRD Minta Pemprov DKI Tidak Boros Dalam Penyusunan RAPBD 2021
Anggota Komisi B DPRD DKI, Muhammad Taufik Zoelkifli/Istimewa
rmol news logo Pandemi Covid-19 menyebabkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan yang cukup tajam.

Dengan kondisi yang demikian, memasuki masa penyusunan
Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2021, anggota Komisi B DPRD DKI, Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ), menekankan soal penghematan.

“Ada beberapa hal yang bisa dipangkas dulu, seperti anggaran peringatan hari besar dan hari raya, seragam-seragam, seminar, dan honor-honor perjalanan, itu bisa potong dulu,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (6/10).

Selama ini MTZ mengakui, anggaran menjadi boros lantaran banyaknya peringatan hari-hari besar nasional atau kegiatan-kegiatan lain yang lolos dalam pembahasan.

“Tapi di masa pandemi begini, setidak-tidaknya anggaran harus ketat. Jangan sampai lolos terlalu besar yang begitu,” tegas politikus PKS itu.

Dirinya berharap anggaran dari RAPBD 2021 lebih banyak keluar di sektor-sektor yang langsung berhubungan dengan rakyat, misalnya UMKM.

"Sebab UMKM adalah pihak yang paling kena dampak dari anjloknya perekonomian Jakarta akibat Covid-19. Hal ini tentu harus menjadi perhatian bersama,” pungkas MTZ. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA