Bersama kalangan seniman, Eri hendak menjadikan Kota Pahlawan sebagai laboratorium kebudayaan.
Eri mengaku prihatin dengan fakta bahwa budaya lokal mulai ditinggalkan oleh oleh generasi muda. Seperti kesenian ludruk dan ketoprak yang khas Surabaya, perlahan tapi pasti dua jenis kesenian itu mulai kurang peminat.
"Anak cucu kita lupa dengan seni apa yang ada di kota kita sendiri. Sekarang sudah banyak yang keluar negeri, yang ditiru K-Pop begitu lah. Padahal disini sudah ada, berarti kita harus mengenal seni dan kebudayaan kita dulu," kata Eri dalam keterangannya, Jumat (2/10).
Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini berjanji saat terpilih menjadi walikota nanti, anak-anak Kota Surabaya bisa belajar kesenian dan memberikan fasilitas untuk menghidupi kesenian dan seniman di Kota Surabaya.
"Bagaimana sekarang itu seni di Surabaya itu bisa hidup, anak-anak bisa melihat. Sehingga pemerintah sebagai fasilitator harus menarik kesenian apa saja dan pemerintah kota yang harus menghidupkan itu," ujarnya.
Untuk para seniman, Eri pun berkomitmen untuk membangun gedung pertunjukan sebagai pusat kegiatan seni para seniman.
Selain gedung pertunjukan, Eri juga menuturkan pentingnya menghidupkan ruang-ruang publik seperti taman sebagai tempat berkesenian.
"Seperti taman, balai pemuda, akan kita hidupkan. Kita akan teruskan acara panggung terbuka di balai pemuda seperti kita buat beberapa waktu lalu," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: