Sebagaimana dikutip dari
Unpaders.id, Jumat (7/8), proses uji klinis akan digelar di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Kampus Unpad Dipati Ukur, dan empat Puskesmas di Kota Bandung.
Masing-masing tempat, kata Ketua Tim Riset Uji Klinis Unpad, Prof. Kusnandi Rusmil, maksimal melakukan uji klinis pada 20 relawan demi menaati protokol kesehatan pandemik Covid-19.
Sementara jumlah relawan yang sudah mendaftarkan diri ke Unit Riset Klinis Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUP Hasan Sadikin Bandung adalah sebanyak 800 orang. Selain itu ada juga 350 orang dari lingkungan Unpad yang akan menjadi calon relawan uji klinis vaksin.

“Ini belum termasuk calon relawan yang sudah disiapkan oleh setiap Puskesmas,†ungkap Prof. Kusnandi.
Nantinya para relawan akan diseleksi terlebih dahulu, apakah masuk dalam kategori sampel uji klinis atau tidak. Kemudian dilakukan pemeriksaan darah dan pemeriksaan swab.
Setelah dinyatakan layak, relawan akan jalani penyuntikan, kemudian 14 hari selanjutnya kembali dilakukan penyuntikan.
“Kondisi subyek akan terus diawasi selama enam bulan ke depan,†terangnya.

“Sebanyak 50 persen dari total relawan akan disuntikkan vaksin. Sisanya akan mendapatkan suntikan plasebo. Hal ini dilakukan guna membandingkan keamanan hingga imunogenitasnya,†sambung Prof. Kusnandi.
Adapun vaksin yang diuji adalah vaksin dari Sinovac Biotech, China.