Melalui jurubicaranya, Jodi Mahardi, Luhut memastikan akan kembali mengundang Rizal Ramli untuk berdiskusi membahas ekonomi nasional.
Namun demikian, Jodi menegaskan bahwa pertemuan itu nantinya sebatas diskusi ekonomi dan bukan debat yang menyerempet ke masalah politik.
“Kami enggak menutup kemungkinan mengundang Pak Rizal Ramli kembali. Tapi, dengan konsep bukan untuk politik. Bukan untuk menjatuhkan,†tegasnya di Kantor Kemenko Marves, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (11/6).
Diskusi, sambung Jodi, bertujuan untuk mencari solusi terhadap permasalahan ekonomi negara, bukan untuk saling menjatuhkan.
“Sekali lagi kita tegaskan, ini bukan untuk mencari panggung buat siapa-siapa. Jangan jadikan ini untuk dibawa ke urusan politik, enggak eloklah. Capek kita yang gitu-gitu,†tandasnya.
Jurubicara Rizal Ramli, Adhie Massardi telah menegaskan bahwa undangan dari Luhut Pandjaitan untuk berdiskusi dan meminta masukan, akan ditolak. Sebab, sambungnya, jika Luhut sekadar ingin tahu gagasan Rizal Ramli, maka yang bersangkutan bisa berselancar di internet untuk mengetahuinya.
Adapun yang diinginkan Rizal Ramli adalah berdebat mengenai utang dan kebijakan ekonomi pemerintah dengan Luhut Pandjaitan dan tim ekonomi Jokowi yang dipromotori oleh ProDEM.
“Kalau Menko Marves ngajak Bang RR diskusi minta masukan, nggak usah ngundang,
better searching google, banyak gagasan RR yang oke dan orisinal, tinggal comot,†tegasnya.
Debat sendiri sudah disepakati kubu RR untuk digelar pada 24 Juni atau dua pekan usai jumpa pers digelar. Sementara untuk urusan di luar itu, maka dipastikan RR tidak akan datang. Termasuk untuk diskusi.
“Kalau untuk diskusi tidak bisa hadir. Jika urusan debat (dengan tim ekonomi pemerintahan Joko Widodo) sudah diatur jadwalnya oleh promotor ProDEM,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: