Analis politik, Hendri Satrio, membagikan pengalamannya bisa melaksanakan shalat Jumat di awal PSBB transisi pada hari ini.
"Ternyata nggak gampang ya melakukan itu. Karena ada pembatasan, jadi tadi
rata-rata (jemaah) shalat di luar masjid," ungkapnya saat menjadi narasumber dalam diskusi online bertajuk 'Strategi Menghadapi Era Normal Baru' melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, Jumat (5/6).
Founder lembaga survei KedaiKopi itu melanjutkan, yang menarik dari peristiwa hari ini adalah dengan dibukanya kembali masjid-masjid, otomatis kegiatan ekonomi turut berjalan.
"Jadi tadi banyak pedagang ya. Mulai tukang cendol, ketoprak, rujak, dan lain-lain. Boro-boro mereka jaga jarak atau pake masker. Mungkin saking kangennya mau jajan ya," kata pria yang karib disapa Hensat ini.
Untuk itu, Hensat menegaskan sebelum pemerintah betul-betul akan menerapkan
New Normal, maka segala sesuatunya harus dipersiapkan secara matang.
"Jadi
New Normal ini kan hanya melihat hal yang kelihatan ya. Perkantoran, pusat perbelanjaan. Tapi tidak berbicara tentang kegiatan lainnya," jelasnya.
Oleh karenanya, koordinasi antara pusat dan daerah amat penting dilakukan agar tidak menimbulkan pertentangan.
Serta memastikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sesuai dengan penerapan
New Normal dan mendapat dukungan dari masyarakat.