Musyawarah tersebut membahas anggaran perencanaan pembangunan tahun 2021 dengan mengangkat tema 'Pemantapan Pertumbuhan Berkualitas untuk Stabilitas Pembangunan dengan Fokus Pemulihan Ekonomi dan Kehidupan Masyarakat.'
Dalam musrenbang yang diikuti oleh berbagai kementerian, Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Jajaran Pemprov DKI, serta para praktisi perencanaan pembangunan itu, Anies memaparkan pergerakan perekonomian di Jakarta di tengah pandemik Covid-19 menyebabkan keterbatasan anggaran pada tahun 2021.
â€Karena pendapatan utama Jakarta dari pajak dan pajak mengandalkan kegiatan perekonomian, ketika kegiatan ekonomi turun maka pajak yang dibayarkan turun. Kita mengalami kontraksi hingga hampir 53 persen berkurang," papar Anies.
"Jadi anggaran kita tinggal 47 persen dari anggaran semula. Oleh karena itu dalam merencanakan tahun 2021 kita perlu realistis bahwa akan perlu waktu bagi anggaran DKI untuk bisa kembali,†sambungnya.
Anies juga menegaskan bahwa Musrenbang kali ini tidak hanya difokuskan pada masalah kesehatan, namun juga kesejahteraan masyarakat lantaran banyaknya tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan.
Musrenbang diharapkan dapat melahirkan terobosan serta ide perencanaan yang dapat membantu percepatan pemulihan.
“Kita berharap pemulihan yang bisa didorong adalah pemulihan yang memberi kesempatan berkembang bagi semuanya, begitu juga kesehatan dan keselamatan masyarakat,†pungkasnya.
BERITA TERKAIT: