Ekonom senior DR. Rizal Ramli lantas bertanya-tanya target yang ingin dicapai di balik kengototan para dewan dan pemerintah. Dia meminta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberi hitungan pasti mengenai persentase peningkatan ekonomi, total investasi asing, hingga lapangan kerja yang diciptakan andai RUU tersebut disahkan.
“Berapa persen peningkatan pertumbuhan ekonomi. DPR, Airlangga (Menko Perekonomian) jangan hanya
ngalor ngidul menggantang asap,†ujarnya kepada redaksi, Selasa (14/4).
Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengingatkan bahwa kesalahan analisa dan diagnosis telah terjadi dalam omnibus law. Sehingga akan gagal atau menghasilkan kebijakan yang salah.
Rizal Ramli lantas mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk tidak membuang-buang waktu hanya untuk hal-hal yang tidak ada kejelasannya. Ini mengingat dalam prediksi Rizal Ramli, RUU Ciptaker yang ditolak banyak kaum buruh tidak akan berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi.
“Ini cuma hiburan konflik kepentingan. Kenapa anda (Jokowi) membuang-buang waktu untuk mendorong hukum yang memiliki sedikit dampak pada pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pekerjaan?†tutupnya.
BERITA TERKAIT: