Mereka menilai, musyawarah bersama ini dilaksanakan dengan keinginan tulus selaku anak negeri tanah Deli dalam menyatukan sikap dengan masyarakat Melayu yang tinggal di Medan. Sehingga tidak terpecah belah dalam mengusung kandidat calon walikota dan wakil walikota.
“Kita ingin mencari sosok pemimpin di Kota Medan. Kota Medan ini merupakan tanah Deli, kita tahu penduduknya multikultural, tapi dalam Pilkada 2020 ini, kita ingin pemimpin Medan berasal dari Melayu,†ujar inisiator musyawarah, Yance, dikutip
Kantor Berita RMOLSumut.Ditambahkan Yance, saat ini diketahui ada tiga tokoh Melayu yang maju dalam kontestasi Pilkada Medan 2020.
“Kita tak lihat siapa pun itu, tapi kita lihat ada tiga tokoh Melayu yang maju dari jalur partai politik. Ketiganya itu adalah Kolonel Datuk Syaiful Azhar, M Syafii, dan DR Sakhyan Asmara,†katanya.
“Tapi ini Medan, tanah Deli. Kita yang tinggal di tanah Deli ini maunya tidak terpecah dalam mengusung anak Melayu untuk jadi walikota maupun wakil walikota,†demikian Yance.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google