Salah satu informasi itu mengatakan, penangkapan WS terkait dengan “kursi panas†yang ditinggalkan almarhum Nazaruddin Kiemas yang meninggal dunia bulan Maret 2019, sebelum Pemilu 2019 digelar.
Pada akhir Agustus tahun lalu, PDIP sempat meminta agar KPU membatalkan kemenangan Riezky Aprilia dari Dapil Sumatera Selatan I yang memperoleh suara terbanyak kedua setelah alm. Nazaruddin Kiemas.
PDIP mengusulkan nama caleg nomor 6, Harun Masiku, untuk menempati kursi alm. Nazaruddin Kiemas itu. Nazaruddin yang dikalangan aktivis akrab disapa Kak Udin adalah adik dari mantan Ketua MPR RI alm. Taufiq Kiemas, suami Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP, Komarudin Watubun mengaku belum mendapat informasi yang cukup terkait kasus tersebut.
Komarudin menyebut, kalaupun suap pada WS berkaitan kursi PDIP di Sumsel. Dia pastikan itu hanya perbuatan oknum.
"Kalau agenda itu berkaitan dengan pergantian orang, itu diluar urusan DPP gitu, mungkin orang per orang," ujar Komarudin kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (9/1).
Komarudin hanya memastikan bahwa penetapan Riezky sebagai pengganti mendiang Nazaruddin sudah sesuai dengan perolehan suara di pemilu.
"Karena setelah Nazaruddin Kiemas meninggal kan (urutan) yang berikutnya si Kiki yang sekarang sudah dilantik," demikian Komarudin.
BERITA TERKAIT: