
Perempuan harus diberikan kesempatan untuk unjuk gigi dalam berpolitik, baik di dalam negeri maupun di dunia internasional. Sebagai Menteri Luar Negeri perempuan pertama di Indonesia, Retno Marsudi terpicu untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas diplomat perempuan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Retno dalam konferensi pers usai menghadiri "Dialogue on The Role of Women in Building and Sustaining Peace Women as Agent of Peace and Prosperity" yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (29/11).
Menurut Retno, dalam tataran dunia internasional, Indonesia selalu berkolaborasi dan bekerja sama dengan negara lain untuk memberdayakan perempuan. Kemudian berupaya meningkatkan peran perempuan sebagai diplomat.
"Atas alasan itu, tahun ini kita membuat pelatihan diplomat perempuan di kawasan untuk pertama kalinya. Pelatihan ini merupakan hasil pertemuan di New York pada akhir Desember lalu," ujar Retno seraya mengatakan di Asia Tenggara sendiri ada "blank space" untuk kehadiran diplomat perempuan.
Lanjut Retno, saat ini Indonesia memimpin dalam upaya mendorong perempuan menjadi mediator dan negosiator yang kemudian akan dilanjutkan di jaringan internasional.
"Ketiga, mendorong perempuan dalam operasi penjaga perdamaian.
We did it and we will continue to do it," pungkasnya.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: