Proyek DNA Leluhur Digagas Demi Redam Politik Identitas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/idham-anhari-1'>IDHAM ANHARI</a>
LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Selasa, 05 November 2019, 12:41 WIB
Proyek DNA Leluhur Digagas Demi Redam Politik Identitas
Diskusi bertajuk “Jejak Manusia Nusantara” di Museum Nasional, Jakarta/RMOL
rmol news logo Proyek DNA Leluhur yang mengulik asal usul orang Indonesia digagas sebuah media, Historia.id. Tujuannya, untuk menelusuri leluhur orang Indonesia asli, sehingga politik identitas yang sempat marak bisa mereda.

“Adanya pengetahuan leluhur asli melalui tes DNA merupakan pengetahuan penting yang memberikan pencerahan bahwa masalah pribumi dan non-pribumi tidak relevan lagi," kata Pemred Majalah Historia Bonnie Triyana saat diskusi bertajuk “Jejak Manusia Nusantara” di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (5/11).

Senada itu, pakar sejarah Universitas Indonesia (UI) Bondan Kanumoyoso yang dihadirkan sebagai pembicara juga memaparkan bahwa latar belakang sosial penduduk di Batavia alias Jakarta cukup beragam.

Misalnya, sambung dia, para prajurit dari berbagai daerah yang dulu pernah bertugas di kemiliteran VOC. Kemudian, ada bekas budak-budak yang dibebaskan, imigran yang tertarik dari luar wilayah Indonesia, prajurit pribumi, hingga imigran bebas.

“Termasuk pemuda Jawa yang mengadu nasib untuk bekerja di musim panen di sekeliling Pulau Jawa,” tegasnya.

Bagi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie masalah identitas sangat mengganggu di gelaran pemilihan umum, baik pilkada maupun pilpres. Pasalnya, politik identitas justru menghilangkan kesempatan bagi calon-calon kepala daerah yang kompetensi untuk berkompetisi.

“Menjelang pemilihan pasti isu putra daerah semakin kencang, ini yang menutup kesempatan orang-orang yang seharusnya layak dan kapbel justru tidak bisa karena isu putra daerah ini,” kata Grace. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA