Banyak kalangan yang menyayangkan mantan pesaing Jokowi di Pilpres April 2019 lalu itu harus menjadi bagian dari koalisi pemerintahan dan mengurusi kementerian teknis.
Direktur Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an menyatakan Jokowi berhasil membangun demokrasi gotong royong melalui koalisi pelangi. Meskipun dengan bergabungnya gerbong Prabowo, postur kabinet berubah menjadi gemuk.
Ali menduga dimasukkan Prabowo ke dalam Kabinet Indonesia Maju adalah upaya Jokowi menjaga keseimbangan politik. Tujuannya, untuk memuluskan berbagai agenda pembangunan nasional.
"Masuknya Prabowo di Kementerian Pertahanan perlu dimaknai sebagai upaya Jokowi menjaga keseimbangan politik dan mengumpulkan kekuatan besar demi mewujudkan agenda pembangunan," urai Ali kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (24/10).
Kata Ali, di periode keduanya, Jokowi ingin visi misinya berjalan dengan baik sehingga memilih lawan politik masuk ke koalisi pemerintahan.
"Jokowi ingin agenda-agenda pembangunan ke depan berjalan mulus, visi misi dapat dijalankan dengan baik, Meskipun koalisi gemuk ada plus minusnya. Minusnya tentu oposisi jadi lemah," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: