Mulanya, pelantikan akan dilangsungkan pada pukul 10.00 WIB, namun diundur menjadi pukul 16.00 WIB.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan alasan kenapa jadwal pelantikan mundur. Menurutnya, hari minggu itu sebagian umat beragama melangsungkan ibadah dan sebagian lainnya menikmati hari libur.
"Jadi diwacana itu antara lain adalah kita ingin mengedepankan toleransi. Karena tidak boleh ada rakyat kita yang terganggu dalam melakukan ibadahnya. kedua ada car free day, kita juga tidak ingin ada rakyat kita terganggu melakukan olahraga kalau itu dilakukan pagi jam 10," kata Bamsoet sapaan akrabnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10).
Selain itu, lanjut Bamsoet, pertimbangan lainnya soal kondisi kelancaran dan keamanan bagi para tamu-tamu negara seperti perdana menteri dan utusan negara-negara sahabat yang akan hadir.
"Jadi itu pertimbangannya," ujar politisi Partai Golkar ini.
Bamsoet juga mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan protokoler Istana terkait keputusan memundurkan waktu pelantikan presiden.
"Kemarin protokoler Istana dan MPR sudah melakukan koordinasi teknis daripada waktu penyelenggaraan (pelantikan presiden)," demikian Bamsoet.
BERITA TERKAIT: