Demikian disampaikan Ketua Umum Forum Rekonsiliasi Masyarakat (Rekat), Eka Gumilar saat memberi sambutan pada acara dialog bertema "Jaga Bhinneka Tunggal Ika, Siap Bela Negara, Indonesia Rumah Kita" di Grand Sahid Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (2/10).
"Di tempat ini kita berkumpul menyuarakan persatuan dan kesatuan," ujar Eka.
Menurut Eka, pihaknya sudah sering menyuarakan hal serupa. Dia tidak ingin ada potensi ancaman yang dapat meruntuhkan kebhinekaan karena Indonesia tidak hanya dihuni satu kolompok saja. Untuk menjaga persatuan dan kesatuan, semua pihak diajak mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Selain itu, Eka berharap nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata masyarakat.
"Rekat akan terus bergerak menyuarakan persatuan. Rekat sudah beberapa kali menggelar acara dan semoga menginspirasi di daerah-daerah lain. Rekat harus mampu melepaskan kepentingan kolompok dan kepentingan bangsa harus diutamakan," katanya.
Selain itu, Eka menyampaikan ada tiga hal yang dapat mempersatukan antar anak bangsa di tengah keberagaman suku, etnis, budaya, dan keyakinan ini. Ketiga hal itu adalah jiwa kehormatan, jiwa cinta dan jiwa yang bermental raja.
Jiwa kehormatan menurut Eka adalah jiwa yang memiliki karya, bukan menciptakan perceraiberaian. Sementara jiwa cinta menekankan akan persatuan dan kesatuan. Adapun jiwa yang bermental raja adalah pemimpin yang selalu siap berjuang dan berkorban. Tidak hanya materi, tapi juga sang pemimpin demikian siap mengorbankan jiwa kepada rakyatnya.
"Itu nasihat kakek ke saya dan saya ingat dan pelajari. Kakek saya dulunya pejuang," papar Eka yang juga mantan Caleg Partai Gerindra ini.
Dialog kebangsaan ini dihadiri Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu, Ustaz Zaitun Rasmin, T. Muadzakir Manaf, dan tokoh-tokoh lainnya dari Aceh sampai Papua.
BERITA TERKAIT: