Mereka menggelar aksi damai yang dirangkai dalam doa bersama di depan Mapolda Sulawesi Tenggara, Selasa (1/10) dan mengawal perkembangan pengusutan insiden penembakan rekan mereka.
"Kawan-kawan di sini akan terus mengawal proses pengusutan insiden penembakan salah satu kader PMII yakni Almarhum Randi dan sahabat Yusuf mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo," kata Ketua PMII Sultra, Erwin Gayus dalam siaran persnya.
Setidaknya, ada empat tuntutan yang disampaikan dalam aksi. Pertama meminta Polda Sulawesi Tenggara segera mengusut tuntas dan menetapkan tersangka atas insiden yang merenggut nyawa kedua rekannya saat melakukan aksi di depan kantor DPRD Provinsi Sultra.
Kedua, mereka menuntut pelaku penembakan mahasiswa ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya. Kemudian menolak tindakan represif aparat dalam aksi demonstrasi mahasiswa.
"Keempat mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga kondusifitas dan stabilitas daerah," jelasnya.
Dalam aksi tersebut, massa juga menggelar serangkaian tukar bunga, salawat dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh salah satu kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kendari.
hadir dalam acara tersebut yakni, Ketua PKC PMII Sultra, Erwin Gayus, Ketua PMII Kendari, Adryan Nur Alam, Perwakilan dari PMKRI, Charlianus Poasa, Perwakilan dari HMI, Sulkarnain, Perwakilan dari GMKI, Maykhel Risky, Perwakilan dari KMHDI, Nyoman Andre, Perwakilan dari GMNI, Abdul Wahab, Perwakilan dari PERMAHI, Narto, Perwakilan dari LMND, Agus.
Massa demonstran mulai meninggalkan Mapolda Sultra setelah melakukan dengar pendapat dengan pihak Polda.
BERITA TERKAIT: