Artinya, jika pertumbuhan di kuartal II masih rendah, maka pencapaian target akan semakin sulit.
Namun demikian, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengaku belum mengetahui hasil pertumbuhan ekonomi di kuartal II.
“Saya belum tahu (pertumbuhan ekonomi) kuartal dua," ungkapnya kepada
Kantor Berita RMOL, di Gedung 3, Jalan Dr. Sutomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (29/7).
Suhariyanto menyebut bahwa pihaknya masih merampungkan komponen-komponen statistik untuk melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal II. Rencananya, hasil perhitungan itu akan diumumkan pada tanggal 5 Agustus mendatang.
“Nanti saya sampaikan pada hari Senin ya (5 Agustus). Jadi apa yang menyebabkan ini terkendala dan apa yang perlu didorong bisa lebih tajam disampaikan,†tuturnya.
"Kalau saya (komentar) gak berkomponen nanti gak tajam," tuturnya.
Saat ini, Suhariyanto mengaku masih melakukan koordinasi dengan perwakilan BPS yang tersebar di 34 provinsi. Koordinasi dilakukan melalui video konferensi untuk menghemat budget.
Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa di kuartal I investasi mengalami perlambatan karena ada pemilihan umum serentak. Hal ini membuat para investor memilih
wait and see sebelum berinvestasi.
"Tapi untuk kuartal II ini saya belum dapat nih," paparnya.