Hal itu ditegaskan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua dalam merespon dinamika politik saat ini.
Dari kacamata Max, dewasa ini banyak partai politik yang sebelumnya berada di posisi oposisi mulai bergeser merapat ke penguasa. Hal ini yang dikhawatirkan pendiri Demokrat ini.
"Memang tidak ada oposisi di negara dengan sistem presidensial. Namun apalah namanya, pemerintah perlu dikontrol dan lembaga itu harus ada," kata Max dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (29/7).
Ia menjelaskan, negara tidak bisa berjalan dengan baik apabila para pelaku politik hanya bekerja berlandaskan kepentingan pribadi semata, tanpa memikirkan rakyat.
Terlebih, ambisi ini dibungkus sedemikian rupa dengan mengatasnamakan akar rumput demi kekuasaan semata.
"Terlalu sering kita dengar statement yang mengatasnamakan rakyat atau demi rakyat. Padahal sebenanya demi kursi kekuasaan," tegasnya.
Sejatinya, keterwakilan rakyat yang hakiki adalah dengan melalui legislatif. Dengan menggunakan kendaraan partai politik, kata dia, rakyat bisa mengontrol kinerja pemerintah tanpa harus bergantung ambisi kekuasaan di pemerintahan.
"Di situlah peran rakyat yang terwakili. Tapi bagaiamana kalau peran parpol sudah masuk dalam ruang pendukung pemerintah? Apakah rakyat harus gigit jari menyesali dukungan yang diberikan saat pemilu dengan seribu janji memperjuangkan keinginan rakyat?" tandasnya.