HARI BURUH

Jangan Berkutat Isu Upah, Buruh Indonesia Harus Fokus Pada Tiga Hal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 30 April 2019, 12:40 WIB
Jangan Berkutat Isu Upah, Buruh Indonesia Harus Fokus Pada Tiga Hal
Aksi buruh/Net
rmol news logo . Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei besok, Labor Institute Indonesia atau Institut Kebijakan Alternatif Perburuhan Indonesia menghimbau para buruh atau pekerja Indonesia fokus pada tiga hal.

Pertama, peningkatan SDM buruh atau pekerja Indonesia. Artinya, buruh dan aktivis serikat buruh Indonesia jangan hanya berkutat pada isu tradisional dan normatif, seperti keinginan menaikkan upah minimum.

"Tetapi bagaimana buruh atau serikat buruh bisa menuntut pemerintah untuk meningkatkan skill dan kompetensi mereka," kata Sekretaris Eksekutif Labor Institut Indonesia, Andy William Sinaga, Selasa (30/4).

Kedua, buruh atau serikat buruh harus memastikan adanya "working sustanaibility" atau keberlansungan bekerja. Artinya, para buruh harus mendapatkan kepastian tetap kerja di perusahaannya, dengan memastikan pihak pengusaha dan pemerintah dapat memastikan mereka tetap bekerja.

"Tanpa dihantui kehilangan pekerjaan dikarenakan pabriknya tutup dengan alasan pengusahanya kabur atau bangkrut," ujar Andy William.

Ketiga, para buruh atau serikat buruh harus memastikan adanya jaminan perlindungan sosial, seperti perlindungan diri akan kesehatan dan keselamatan kerja, akses pelayanan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang cepat dan tepat, serta mendapatkan sarana perumahan yang layak, murah dan terjangkau.

"Intinya secara garis besar buruh dan serikat buruh harus memastikan negara hadir dalam menyediakan akses terhadap pekerjaan yang layak sebagaimana terdapat dalam Pasal 27 ayat 2 UUD 1945," terang Andy William.

Dalam konsep Suistable Development Goals (SDG'S) tujuan kedelapan, lanjut Andy William, pemerintah berkomitmen untuk penyedian pekerjaan yang layak dalam pertumbuhan ekonomi yang adil.

Labor Institut Indonesia berpendapat bahwa dalam perayaan hari buruh 1 Mei mendatang buruh atau serikat buruh Indonesia dapat melakukan refleksi atas kesiapan sumber daya yang dimilikinya untuk meningkatkan skill dan kompetensi untuk dapat bersaing dalam industri digital 4.0.

"Buruh dapat mendesak pemerintah untuk dapat menyediakan sarana dan infrastruktur sebagai media untuk peningkatan kapasitas skill para buruh atau pekerja Indonesia untuk mendapatkan akses pekerjaan yang layak," demikian Andy William. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA