Sekertaris jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menilai penyelenggaraan pemilu kali ini paling banyak menghabiskan dana dan besar tanggungjawabnya melihat banyaknya Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pemilu yang meninggal dunia.
"Rasanya inilah pemilu yang menurut kami paling boros bebannya, berat tanggung jawabnya bahkan, pemilu serentak yang diselenggarakan berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) itu dinilai tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan yakni pemilu berjalan dengan simpel,cepat dan biaya hemat karena diselenggarakan secara bersamaan pemilu legislatif maupun eksekutif," Ucap Muzani di ruang rekapitulasi KPU, Kamis (25/4).
Selain itu, menurut dia yang dimaksudkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai demokrasi ternyata berbeda jauh dari kenyataan.
"Demokrasi kita ternyata lebih mahal, lebih simpel bahkan beban sosial masyarakat jauh dari apa yang diharapkan oleh Mahkamah Konstitusi," tegasnya.
Selanjutnya, Muzani menerangkan mengapa Pemilu tahun ini dikatakannya lebih mahal karena banyaknya kecurangan-kecurangan yang dilakukan para penyelenggara pemilu. Antara lain adanya surat suara yang sengaja dicoblos.
"Lalu adanya pemilu susulan atau pemilu ulang diakibatkan kurangnya surat suara ataupun kejadian lainnya.itu yang membuat mahal," pungkasnya.