“Yang pertama ketika saya menggunakan hak suara saya, saya gembira. Semuanya yang datang ke TPS itu terlihat gembira, petugas-petugas TPS sangat baik, profesional, sehingga dirasakan sungguh pencoblosan itu pesta demokrasi,†ujarnya di Gedung Karya Pastoral, Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Minggu (21/4).
Menurutnya, seluruh rakyat Indonesia harus bersyukur karena kelancaran dan keamanan selama pemilu mendapat banyak apresiasi dari negara-negara lain.
“Kalau orang lain saja memuji, kita harusnya bersyukur,†sambungnya.
Suharyo menyebut, penyelenggaraan Pemilu Serentak di Indonesia bukan hal yang mudah. Selain, banyaknya surat suara, partai, dan kandidat yang harus dicoblos, pemilu di Indonesia juga dihadapkan dengan jumlah pemilih yang banyak dan tersebar di ribuan pulau.
“Silakan membayangkan 190 jutaan pemilih, gimana ribetnya. Mengurus keterlibatan 190 juta orang untuk menggunakan haknya, bisa membayangkan betapa beratnya tugas itu,†tutupnya.