Saat ini diplomasi kita biasa saja dan agak lemah ketimbang saat eranya Menlu Mochtar Kusumaatmaja. Hal ini ucapnya, perlu ditingkatkan lagi terutama border (perbatasan), maritim sampai politik.
"Pemerintah kita harus aktif jangan pasif. Jangan perkeruh masalah tapi how to solve problems (bagaimana mengatasi masalah). Kalau approaching on the broad (pendekatan luar negeri) lemah maka akan berpengaruh dalam hubungan sebuah negara. Jangan membuat policy yang bertentangan, tapi yang bersahabat. Intinya jangan cari musuh tapi kita cari kawan," ujarnya, Sabtu (30/3).
Jerry mencontohkan di laut, jangan hanya mentok bakar kapal ikan asing, tapi mencari solusi yang terbaik lewat diplomasi.
Terkait ideologi, Jerry menyarankan agar kedua capres tetap konsisten dengan ideologi kita yaitu pancasila. Lantaran ada yang coba-coba mengganti ideologi yang kita anut yakni pancasila dengan paham khilafah.
"Pancasila sudah final saat rapat BPUPKI dimana 68 founding father kita hadir pada 1 maret 1945. Pada tanggal 1 Juni Presiden pertama RI Soekarno membacakan pidatonya. Di dalamnya ada Pancasila dan ini dikenal dengan lahirnya Pancasila. Pada tanggal 22 Juni 1945 ditandatangani Piagam Jakarta. Dan termaktub dalam TAP MPR/XVIII/MPR tahun 1998. Jadi jangan diacak-acak lagi," jelasnya.
Adanya isu politik khilafah kata Jerry, buntutnya fatal. Hal ini berbahaya bagi stabilitas keamanan dalam negeri. Ini bukan ideologi bangsa Indonesia, ini budaya asing. "Menarik jika isu kontroversial ini di dibahas dalam debat. Gak usah bahas topik yang jadul yang tak bermanfaat, tapi realita di lapangan," tutup Jerry.
BERITA TERKAIT: