Istighotsah dan tahlil dipimpin Wakil Katib Syuriyah PBNU KH. Mujib Qulyubi. Para pejabat teras PBNU juga tampak khusyuk duduk di panggung utama.
Mereka antara lain Wakil Ketua Umum PBNU Prof. HM. Maksum Machfoedz, Sekjen PBNU H. Helmy Faishal Zaini. Lalu, KH. Misbahul Munir dan H. Bukhori Muslim dari Lembaga Dakwah NU serta para ulama dan habaib dari Jakarta dan sekitar.
Acara yang diinisasi PP LDNU ini juga dihadiri kaum Nahdliyin dari luar kota Jakarta seperti Pekalongan Jawa Tengah, dan Probolinggo, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan, jauh sebelum NU berdiri Hadratusy Syekh Hasyim Asyari sudah mengumpulkan para pelaku ekonomi yang ketika itu disebut Nahdlatut Tujjar. Selain itu, Mbah Hasyim juga memperkenalkan bahwa cinta Tanah Air merupakan bagian dari perintah agama.
"Nah, hari ini dalam hitungan hijriyah, jamiyyah NU memasuki usia 96. Empat tahun lagi, kita songsong 1 Abad NU," ujar Helmy.
Sementara Ketua PP LDNU KH. Agus Salim dalam sambutannya mengatakan, sekarang ini kita tercemari oleh banyaknya isu-isu yang menerpa masyakarat seperti informasi palsu hingga fitnah. Banyak manusia yang mulai tidak beretika dan berakhlak mulia, bahkan ada yang berani memfitnah ulama.
Kiai Agus Salim juga mengajak warga Nahdliyin ikut mensukseskan Pemilu serentak 2019 pada 17 April nanti.
"Mudah-mudahan kita bisa melaksanakan Pemilu dengan baik. Istighotsah, tahlil, dan salawat Asyghil ini merupakan kekuatan NU dalam menjaga NKRI. Mudah-mudahan rahmat Allah turun pada hari ini untuk kita semua yang hadir di sini," ujarnya.
BERITA TERKAIT: