Menristekdikti Ajak Jangan Coblos Dua, BPN: Inilah Tipikal Birokrat Kita

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 21 Februari 2019, 17:37 WIB
Menristekdikti Ajak Jangan Coblos Dua, BPN: Inilah Tipikal Birokrat Kita
Menristekdikti/Net
rmol news logo Pernyataan kontroversial kembali terucap dari pembantu Presiden Joko Widodo. Pernyataan itu dianggap menjurus untuk mengajak masyarakat memilih calon tertentu di Pilpres 2019 nanti.

Kali ini giliran Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, (Menristekdikti) Mohammad Nasir. Saat berbicara di acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-24 di Bali, Kamis (21/2) Nasir mengajak mahasiswa yang hadir untuk memilih saat pilpres. Tapi ajakannya memiliki makna yang ambigu.

“Silakan anda memilih dengan nurani saudara. Oleh karena itu, dalam hal ini jangan sampai dicoblos dua. Dicoblos dua, batal itu namanya nanti ya. Dicoblos hanya satu saja. Satu saja, jangan coblos dua. Satu saja supaya benar," katanya.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi bereaksi. Jubir BPN, Irfan Yusuf bahkan mengaku sudah tahu maksud dari pernyataan Nasir tersebut. Menurutnya, ucapan itu merupakan gaya dari birokrat tanah air yang susah memisahkan antaran profesionalisme dan unsur politik.

"Sudah tahu maksudnya dan inilah tipikal gaya birokrat kita," ujar Irfan kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu.

Irfan menilai di era kekinian sudah seperti hal wajar jika ada pejabat negara mendukung petahana untuk kembali menang dalam pilpres. Hanya saja, dia menyayangkan ada perlakuan berbeda jika pejabat pemerintah itu diduga mendukung oposisi. Sebab, sanksi pidana dipastikan telah menanti pejabat yang bersangkutan.

"Bahkan ada kepala desa yang sekedar berfoto dengan sandi aja dihukum dua bulan, inilah ironi hukum di negeri kita," tukasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA