Pilihan untuk netral itu bukan tanpa alasan. Sebab, Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengaku belum mendapat jawaban yang memuaskan dari dua capres tentang target pertumbuhan ekonomi.
Bagi RR, sapaan akrabnya, masalah utama Indonesia saat ini adalah sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang stagnan di 5 persen menjadi salah satu indikatornya.
"Sudah saatnya ekonomi kita bangkit. Saya tes dengan bertanya bagaimana gagasan dari kedua kubu untuk perbaikan ekonomi Indonesia dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Target apa yang bisa mereka berikan," tegasnya dalam acara Halaqoh Ekonomi bertajuk "Membedah Konsep Ekonomi Gus Dur" di Hotel Atria, Malang, Kamis (31/1).
Dia ingin ada jawaban yang memuaskan dari calon hingga membuatnya mau berlabuh. Jawaban memuaskan yang dimaksud adalah komitmen untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen.
“Siapa yang bakal sungguh-sungguh bisa menghasilkan ekonomi di atas 8 persen dalam lima tahun menjabat itu hebat. Kalau hanya 5 persen kita ya tetap begini saja," ujar RR seperti dikutip
RMOLJatim.
Sejauh ini, sambungnya, kedua calon sebatas menawarkan dua menu yang tidak jauh berbeda. Dalam analoginya, pasangan satu menawarkan tempe, sementara satunya lagi tahu.
“Keduanya sama-sama kedelai impor lagi. Ada tidak kira-kira menu tambahan untuk rakyat. Itulah yang harusnya kita dorong," tegasnya.
[ian]