Di Tahun Baru, Capres Tidak Cukup Andalkan Suara Pendukung Garis Keras

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Selasa, 01 Januari 2019, 14:14 WIB
Di Tahun Baru, Capres Tidak Cukup Andalkan Suara Pendukung Garis Keras
Ilustrasi kursi presiden/Net
rmol news logo Hasil survei dari sejumlah lembaga survei masih belum menunjukkan titik aman bagi para peserta Pilpres 2019. Untuk itu, baik kubu Joko Widodo maupun Prabowo Subianto akan semakin gencar menaikkan elektabilitas jagoannya masing-masing di tahun ini.

Demikian disampaikan pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa (1/1).

"Kalau dilihat hasil survei, Jokowi masih di bawah 50 persen dan ada juga yang bilang di atas 50 persen, tapi itu juga masih dalam garis margin of eror. Nah, jadi belum aman, jadi harus ini masing-masing berusaha untuk menambah dukungan," papar Iwel.

Menurutnya, jika kedua kandidat capres-cawapres hanya mengandalkan suara dari para pendukung militan mereka. Hal itu dinilai belum cukup untuk memenangkan pertarungan.

"Jadi, kalau mereka hanya didukung oleh pendukung garis keras mereka, nggak cukup untuk menang," kata Iwel.

Namun, jika para kandidat memfokuskan pada strategi pemenangan menggaet suara di luar pendukung militan mereka, maka para kandidat akan mendapatkan tambahan suara.

"Kalau para kandidat memfokuskan di luar pendukung garis keras mereka, dengan demikian mereka bisa mendapatkan tambahan elektabilitas yang mereka jaga pelihara hingga tanggal 17 april 2019 mendatang," tandasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA