Pilpres 2014 lalu buktinya. Di provinsi beribukota Semarang itu selisih suara Jokowi dengan Prabowo Subianto terpaut tinggi.
Analis politik dari IndoStaretegis, Arif Nurul Imam mengatakan, jika pada Pilpres 2019 nanti kubu penantang yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ternyata kalah tipis di Jateng sudah luar biasa.
"Seandainya kalah tipis saja sudah bagus, karena Jateng pada Pilpres kemarin menjadi lumbung suara Jokowi dengan tenggat sekitar 6 juta suara. Kalau bisa menang di Jateng, sebut saja sebagai bonus politik," kata Arif kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/1).
Pasalnya, perolehan suara di Jateng sangat menentukan kemenangan nasional. Di samping juga Jawa Barat dan Jawa Timur yang memiliki populasi pemilih yang besar.
"Setidaknya bisa mengurangi selisih angka kekalahan jadi tipis saja sudah bisa disebut prestasi karena akan mempengaruhi perolehan suara secara nasional," pungkas Arif.
[wid]
BERITA TERKAIT: