Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/1).
"Justru sah-sah saja kalau ada tekad seperti itu. Malah ada sesuatu yang menarik dalam konteks Pileg dan Pilpres 2019 ini," ucap Ujang.
Sejak beberapa kali pemilu, provinsi beribukota Semarang ini memanng selalu dimenangkan oleh partai berlambang banteng moncong putih. Alangkah bagus jika Gerindra tak patah arang untuk memenangkan partainya sekaligus memenangkan pasangan Prabowo Sandi.
Sambung Ujang, bagaimana nanti hasilnya yang terpenting ada suatu proses dan dinamika yang menarik dari kubu penantang untuk memecahkan mitos tersebut.
"Ya sesungguhnya nanti bisa dilihat dari hasilnya. Kalaupun masih kalah, bisa dilihat apakah kekalahan Gerindra itu besar atau tidak," bebernya.
Sudah beberapa baik Prabowo maupun Sandi acap kali mengunjungi beberapa titik di provinsi ini. Terlebih Sandi, terhitung sudah meresmikan posko pemenangan sebanyak empat kali di Jateng termasuk di Solo Raya, kampung halaman Jokowi.
[rus]