Para pekerja yang tergabung
dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tanki Indonesia (SPAMTI) itu menuntut
kesejahteraan mereka yang terkendala selama dua tahun terakhir.
Ismael,
salah seorang pengunjuk rasa yang mengkoordinir barisan massa
menyampaikan, upah lembur mereka tidak dipenuhi sudah dua tahun. Meski
sudah melakukan protes dan meminta tuntuntan berkali-kali ke manajemen
PT Pertamina, tidak digubris.
“Kami ke istana negara, meminta presiden Jokowi turun tangan memenuhi tuntutan kami,†tutur Ismael.
Para
pekera melakukan long march yang dimulai sekitar pukul tujuh pagi. Dari
atas mobil komando, secara bergantian para koordinator lapangan
berorasi melalui pengeras suara di sepanjang jalan. Sejumlah anggota
kepolisian tampak menjagai barisan aksi yang long march.
Dua buah keranda mayat diusung peserta aksi dengan berjalan kaki. Mereka berjalan di belakang mobil komando.
Selain
membawa bendera serikat pekerja, spanduk dan umbul-umbul serta poster
berisi tuntutan, sejumlah peserta aksi juga membawa bendera kuning,
sebagai simbol orang mati.
"Sudah mati nurani manajemen, sudah mati kepedulian manajemen. Tidak peduli dengan nasib kami," ujar Ismael.
Ismael
menyampaikan, sudah dua tahun ini mereka memperjuangkan upah lembur
yang tak kunjung diberikan. Para pekerja yang masuk kategori pekerja
BUMN itu pun tidak mengerti lagi bagaimana menuntut hak-hak mereka,
selain menggelar aksi unjuk rasa.
Ada sebanyak 2119 awak mobil tanki yang tidak mendapatkan upah lembur selama dua tahun terakhir ini.
Menurut
Ismael, semuanya bekerja di sekitar Pelabuhan Tanjung Priuk dan di
beberapa bagian yang diperintahkan. Hari ini, sebanyak 500-an awak mobil
tanki mendatangi Istana Negara, berunjuk rasa dan menyampaikan tuntutan
ke Presiden Joko Widodo.
Keranda mayat dan bendera kuning serta tuntutan-tuntutan di spanduk dan poster-poster akan disampaikan ke orang Istana.
"Sampai orang Istana mau mendengar dan memenuhi tuntutan kami," ujar Ismael.
[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: