Fahri ingin kegiatan tersebut membawa suasana persatuan serta menurunkan tensi politik di Pilpres 2019.
"Datanglah (kedua pasangan capres-cawapres), pakai kesempatan itu. Itulah indahnya demokrasi. Dibikin indah jangan tegang. Ya kan," kata Fahri, di Komplek Parlemen, Jumat (30/11).
Fahri pun tak sepakat bila kegiatan reuni reuni 212 dianggap agenda politik salah seorang capres. Maka dari itu para kandidat capres-cawapres perlu hadir untuk memamerkan suasana damai jelang Pemilu 2019. Dia ingin reuni 212 diberi makna positif dan penghormatan secara bersama.
"Ya itu dia untuk menghindari (opini agenda politik ke satu calon), makanya saya mengusulkan keduanya hadir," demikian Fahri.
Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) sebagai pihak panitia penyelenggara acara reuni akbar 212 sudah mempersiapkan segalanya. Dari venue, rangkaian acara, sampai tokoh-tokoh yang akan diundang.
Presiden Jokowi ternyata diundang sebagai tamu VIP. Serta tak lupa Kiai Ma’ruf juga diundang. Walaupun statusnya bukan sebagai calon wakil presiden, melainkan sebagai petinggi MUI.
[jto]