Mantan Orang HTI Teriakkan 2019 Ganti Presiden Di Aksi Bela Tauhid?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 26 Oktober 2018, 19:17 WIB
Mantan Orang HTI Teriakkan 2019 Ganti Presiden Di Aksi Bela Tauhid?
Aksi Bela Tauhid/RMOL
rmol news logo Aksi Bela Tauhid diikuti ribuan orang di depan Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat. Dalam aksi tersebut, terdengar teriakan atau yel-yel 2019 ganti presiden.

Salah seorang orator, Irwan Syaifullah awalnya mempertanyakan soal kelanjutan dari kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Dimana, pihak kepolisian sempat mengatakan kalau bendera yang dibakar merupakan bendera milik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Untuk membuktikannya itu benar atau tidak, panggil Jubir HTI itu. Tinggal tanya apakah itu bendera HTI. Gampang saudara-saudara, Menko Polhukam ini memiliki kewenangan, Mendagri, polisi, Menkum HAM. Gampang dilihat di situ AD/ART-nya itu langsung ditanya ada atau tidak bendera di situ. Yang gambarnya atau benderanya la illaha ilallahu nggak ada saudara-saudara," jelasnya dari atas mobil komando.

Menurut dia, sampai saat ini tidak ada satu pun bendera bertuliskan kalimat tauhid atau yang biasa dikenal dengan Al-Liwa dan Ar-Rayah yang dipatenkan menjadi bendera ormas.

Lebih lanjut, Irwan mengatakan melihat reaksi Umat Islam yang sedemikian masif, semestinya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) haruslah angkat bicara. Yang mana jika anggota Banser salah, maka mereka tetap harus dihukum. Bila perlu, Banser dibubarkan sebagaimana yang dilakukan pemerintah terhadap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Walaupun ini adalah Timses saya, maka saya adil dan jujur, maka saya hukum seperti HTI dengan terkena UU Ormas," tekannya.

Menurut pengamatan Irvan, Jokowi tidak tegas terhadap Banser. Hal itu diduganya karena rezim Jokowi memang anti terhadap agama Islam. Makanya, diserukannya agar Umat Islam di Indonesia untuk tidak memilih Jokowi dalam ajang Pilpres tahun 2019 nanti.

"Rezim Jokkwi ini betul-betul anti Islam saudara-saudara. Presiden yg dzalim ini haram atau halal dipilih saudara saudara, haram. Maka pemimpin mau memberikan kesempatan dua periode lagi atau tidak saudara saudara, tidak. Rezim Jokowi ini haram atau halal dipilih. haram atau halal dipilih?" tanyanya yang dijawab tidak secara serempak oleh ribuan pengunjuk rasa.

"Takbir Allahu akbar. Jokowi ini halal atau haram dipilih. Halal atau haram. kalau haram 2019 ganti? (presiden).
Ganti? (presiden)," pungkasnya.

Berdasarkan penelusuran Kantor Berita Politik RMOL, nama Irwan Syaifullah merupakan mantan orator dari HTI. Namun belum diketahui secara pasti apakah Irwan Syaifullah yang berorasi merupakan orang HTI yang dimaksud. [lov]


FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA