Di tempat tersebut, Sandi, sapaannya disambut nelayan dengan antusias. Tanpa basa-basi, para nelayan langsung menyampaikan keluhannya.
"Susah sekarang pak. Banyak peraturan dari pemerintah yang justru menyengsarakan nelayan. Pak Sandi harus berjanji jika terpilih harus memperbaiki nasib nelayan. Termasuk perizinan yang lama dan dibolehkannya kembali penggunaan cantrang. Cantrang ramah lingkungan kok," keluh Haji Sumarso, salah seorang perwakilan nelayan.
Mendengarkan keluhan nelayan tersebut, Sandi mengaku langsung terenyuh.
"Pak Haji, saya tidak berani memberikan janji. Karena akan ditagih di dunia dan di akhirat. Tapi jika terpilih percayalah, kebijakan di bidang perikanan akan kami permudah, bukan sebaliknya jangan malah mempersulit hidup para nelayan," kata Sandi melalui keterangan tertulis.
Sementara, Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said yang mendampingi Sandi mengungkapkan hal yang sama.
"Saya mendengar dari para nelayan Tegal, akibat pelarangan cantrang, bukan saja membuat mereka was-was melaut karena takut ditindak aparat, tapi juga industri pengolahan ikan banyak yang tutup. Ribuan tenaga kerja terancam kehidupannya. Dan daya beli keluarga mereka menurun, belum lagi soal surat izin yang sampai sekarang mereka keluhkan," ungkap Sudirman.
Menurut Sudirman, yang kini Caleg DPR-RI Tegal, nelayan adalah salah satu pilar ekonomi yang bisa memperbaiki kondisi ekonomi nasional yang sedang terpuruk ini.
"Kita akan mencari solusi permanen, solusi win-win yang tidak melanggar hukum agar nelayan melaut dengan tenang," kata Sudirman.
[lov]