"Mungkin pemerintah nggak tahu ya. Kalau DPR sewot semua gimana. Minta anggaran belum dapat, kasihan ini DPR. Jadi enggak usah menghujat-hujat DPR," kata Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Anton Sihombing, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (18/10).
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebelumnya mengatakan DPR tak perlu kaca anti peluru. Solusi dari peluru
nyasar itu hanya pengawasan lebih ketat di lapangan tembak saja.
Anton Sihombing balik menuding pernyataan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) disebutnya kelewatan alias berlebihan.
"Yang mana menurut JK, pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I butuh dana yang tidak sedikit.
Ngomong (berlebihan)," demikian Anton.
[jto]
BERITA TERKAIT: