"Saya justru melihat komitmen besar yang luar biasa dari seorang Lukas Enembe, dan semestinya PD bangga pernah memiliki kader seperti Gubernur Papua yang baru dilantik untuk periode kedua tersebut" kata Sri Mulyono, Kamis malam (6/9).
Amir Syamsuddin mengingatkan Enembe tidak boleh lupa atas seluruh jasa partai, termasuk sang Ketua Umum Partai Demokrat SBY. Amir mengungkap setiap menghadapi persoalan berat yang juga mengancam dirinya, salah satunya proses hukum, pelarian Enembe hanya SBY dan Partai Demokrat. SBY beserta DPP partai pun turun membela mati-matian dan memberikan bantuan.
"Jika pernyataan Amir tersebut benar sebagaimana yang kita baca di media massa dan jika dilakukan saat SBY berkuasa, saya mengira telah terjadi
abuse of power. Untuk penjelasannya tersebut tentu Amir Syamsudin lebih paham. Berbeda dengan yang selama ini saya ketahui, SBY bahkan membiarkan Menpora Andi Malarangeng dan besannya Aulia Pohan menyelesaikan proses hukum mereka sendiri," tegas tokoh muda yang pernah berseteru dengan SBY dan kepercayaan mantan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum ini.
Dengan terang Sri Mulyono menjelaskan, pilihan Lukas Enembe mendukung Jokowi adalah untuk kepentingan pembangunan Papua berkelanjutan yang saat ini sedang gencar dilakukan. Artinya dia mengutamakan kepentingan bangsa, kepentingan Papua diatas kepentingan partai dan diatas kepentingan pribadinya.
"Bisa juga yang dilakukan Lukas Enembe dan para kader lainnya sebagai jawaban dari penjelasan Amir sebelumnya bahwa mendukung Prabowo hanya akan menguntungkan Gerindra sementara PD tidak dapat apa-apa," ungkap Ketua Bidang Komunikasi Politik Relawan Jokowi (ReJO) ini.
Sebaiknya, kata dia, Amir Syamsuddin tidak perlu risau jika kader Partai Demokrat di daerah mengambil jalan yang mereka yakini pasca gagalnya AHY menjadi cawapres.
"Artinya di luar koalisi "minyak dan air" SBY dan Prabowo, PD punya kader yang akan menjadi ujung tombak memperjuangkan AHY pada pemilu berikutnya. Sekarang biarkan mereka berjuang keras menangkan Jokowi Ma'ruf-Amin," terang pria kelahiran Jawa Tengah ini.
"Rasanya kurang elok mengungkap kebaikan partai dan ketua umum ketika kader mendukung capres yang berbeda dengan partainya. Bisa jadi sebagai akibat dari capres dan cawapres yang diusung partai bukan yang diharapkan mereka," pungkas Sri Mulyono.
[dem]
BERITA TERKAIT: