Meski fasilitas itu memberikan banyak kemudahan dan kenikmatan saat berkendara mudik, namun pemerintah mengimbau agar pemudik tetap siaga dan menjaga kewaspadaan.
"Saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga menikmati infrastruktur jalan dan jalan tol yang dibangun pemerintah. Silakan seluruh masyarakat menikmatinya. Kesiagaan dan kewaspadaan adalah kunci utama dalam perjalanan, sehingga para pemudik dapat bertemu dengan keluarga di tempat tujuan masing-masing," kata Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/6).
Ada tiga titik kritis yang akan yang perlu mendapat perhatian khusus pemudik. Pertama, titik perpindahan jalur tol operasional ke fungsional, lalu persimpangan jalur fungsional dan jalan nasional di titik Kali Kutho, dan jalan darurat di Kali Kenteng.
Semua titik kritis itu berada di wilayah Jawa Tengah. Sementara berdasarkan pengamatan tim KSP, mulai Jumat (8/6) malam hingga Minggu (10/6) siang ketiga titik tersebut relatif normal.
Pengoperasian sejumlah ruas tol saat mudik diapresiasi pengamat transportasi Universitas Indonesia (UI) Ellen Tangkudung. Menurutnya kebijakan itu berhasil membantu mengurai kemacetan saat mudik.
"Itu kan membantu mengurai kepadatan dan dilihat sih sudah layak jalan kecuali yang masih fungsional. Itu harus diantisipasi dengan hati-hati kalau saya lihat sih sudah cukup baik," katanya.
Senada dengan Moeldoko, Ellen juga mengingatkan agar pengguna jalan tetap hati-hati saat berkendara. Sementara pihak operator jalan harus memastikan ada rambu-rambu yang membatu para pengguna jalan.
"Para pengguna yang harus ekstra hati-hati karena mereka belum kenal (jalan baru) kan?" ucap Ellen.
[nes]