"Kita memang mengundang Pak Presiden Joko Widodo," kata aktivis 98 Faizal Assegaf dalam Konferensi Media Rembuk Nasional Aktifis 98 di Kopi Bang Prend, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/6).
Karena mengundang Jokowi, dia meminta publik tak menduga-duga apalagi mempolitisasi kegiatan Rembuk Nasional yang beragendakan melawan intoleran, radikalisme dan terorisme.
"Untuk itu kami hanya mau mengimbau agar sinergi rakyat dan Kepala Negara atau pemerintah ini janganlah dipolitisir," ujar Faizal Assegaf
Selain itu, ia secara terang-terangan mengimbau partai oposisi untuk tidak menggoreng Rembuk Nasional aktivis 98 untuk maksud-maksud tertentu.
"Kawan-kawan oposisi janganlah mengira, janganlah menggoreng kedekatan rakyat, solidaritas rakyat dengan kepala negara. Kalau digoreng ya kita bisa simpulkan bahwa mereka memang mendukung paham intoleran, radikalisme hingga terorisme. Saya harus jujur ada partai yang jadi pemompa dari spirit seperti itu," ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa partai oposisi tersebut antara lain adalah partai Gerindra dan PKS.
"Dua partai oposisi itu ya Gerindra dan PKS, terutama PKS yang belakangan sulit dipisahkan dari terorisme," ujar Faizal Assegaf.