Demokrat Minta Jokowi Evaluasi Pencegahan Dini Terorisme

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 13 Mei 2018, 11:01 WIB
Demokrat Minta Jokowi Evaluasi Pencegahan Dini Terorisme
Andi Arief/Net
rmol news logo Partai Demokrat turut berduka atas insiden bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) pagi tadi.

Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief menegaskan bahwa pihaknya juga mengecam keras kebiadaban bom bunuh diri tersebut.

"Pertai Demokrat mengucapkan duka mendalam, ikut bersedih atas timbulnya korban tak berdosa," ujar Andi Arief dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Lebih lanjut, Andi menilai bahwa pemerintah perlu segera melakukan pembenahan, evaluasi, dan langkah ekstra dalam menangani teroris. Sebab serangan teror sudah miliki banyak variasi yang membahayakan dan bisa menciptakan instabilitas panjang.

"Negara dan kita memang tidak boleh kalah melawan terorisme, tapi sampai kapan korban demi korban yg berjatuhan ini bisa dihentikan. Kita ini bangsa apa?" tegasnya.

Partai Demokrat tidak sekadar meminta Presiden Jokowi mengevaluasi sistem pencegahan dini terorisme. Tapi juga menyoroti otoritas resmi pencegahan terorisme, seperti Badan Intelijen Negara (BIN).

"Apakah ini sudah dipimpin oleh orang yang tepat. Jangan karena kompromi politik memaksa diisi oleh orang yang tidak tepat," tukasnya.

Ledakan bom di Surabaya terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela yang terletak di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya. Selain itu, ledakan juga terjadi di Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro 146 Surabaya dan Gereja Pantekosta, Jalan Arjuno Surabaya.

Ledakan ini mengakibatkan 8 orang tewas dan 38 luka-luka. Rincian korban meninggal adalah 2 orang meninggal di GKI, 4 di Gereja Santa Maria, dan 2 di Gereja Pantekosta. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA