"Ya saya
kulo nuwun (izin) kalau saya mau jadi presiden," kata RR, demikian Rizal Ramli disapa, kepada wartawan di Hotel Gran Melia Jakarta, Jumat (11/5).
RR mengenal Moeldoko sejak purnawirawan jenderal TNI AD itu menjabat sebagai Panglima TNI. Namun setelah diangkat Presiden Jokowi sebagai Kepala KSP, baru siang tadi RR bersilaturrahmi dengan Moeldoko.
"Walaupun kita berbeda pandangan tapi persahabatan jangan sampai rusak," imbuh RR yang sebelumnya 'ditendang' dari Menko Maritim karena kerap mempersoalkan proyek-proyek berbau korupsi dan merugikan rakyat yang melibatkan kongkalikong pengusaha di lingkaran kekuasaan.
RR mengungkap Moledoko sepemahaman dengan dirinya atas kondisi perpolitikan nasional saat ini, di mana ketika terjadi perbedaan pandangan menjadi bermusuhan satu sama lain.
Hal ini begitu jauh dengan tahun 1945 di mana masing-masing tokoh memiliki visi dan pandangan yang berbeda, namun tetap mengedepankan kepentingan bangsa dan negara dengan tidak menghilangkan tali persahabatan.
"Zaman dulu pemimpin kita Bung Karno, Bung Hatta dan Sjahrir perbedaan pandangannya keras sekali, tapi hubungan kekeluargaan mereka baik," pungkas RR.
[dem]