SOTR ini kerap dilakukan kalangan remaja sehingga sering menimbulkan gesekan antar kelompok sampai kecelakaan lalu lintas.
Ketimbang SOTR, Sandi menyarankan para remaja untuk memusatkan kegiatan sahur bersama di masjid-masjid. Kegiatan dapat diisi dengan kegiatan teratur dan terstruktur, tanpa berkeliaran di jalan raya.
"Kami imbau SOTR tidak dilakukan. Biarpun itu baik untuk berbagi, tapi itu akhirnya rawan kecelakaan, keselamatan berkendara. Jadi kami akan siapkan beberapa lokasi untuk masyarakat yang ingin berbagi hidangan sahur. Pusatnya di masjid saja," ujar Sandi kepada wartawan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (8/5).
Sandi mengaku punya pengalaman melarang anak-anaknya untuk terlibat dalam SOTR. Sekali lagi ia mengimbau anak-anak remaja untuk meramaikan masjid dan mushala baik saat sahur maupun magrib. Jika imbauannya dilakukan, Sandi yakin laporan angka kecelakaan dan tawuran selama bulan Ramadhan tidak begitu tinggi.
"Kami akan ingatkan dan imbau. Anak saya 2-4 tahun lalu juga SOTR, saya bilang beramal kan bisa tempat lain. Anak muda punya jiwa sosial dan pingin kumpul sama teman-teman. Yuk, sekarang kumpul di masjid, jangan konvoi-konvoian," ajak Sandi.
[ald]
BERITA TERKAIT: