Begitu dikatakan politisi Partai Demokrat, Andi Arief dalam akun
twitter pribadinya @andiarief__, Selasa (8/5).
Bukan tanpa alasan, menurut dia, hal itu perlu dilakukan lantaran koalisi ini sangat mungkin mengalahkan Jokowi.
"Partai Demokrat ingin cara berkoalisi yang benar agar hasil baik. Kami sadar saat ini di bipolar politik hari ini punya kecenderungan yang sama, perhitungan dikesampingkan yang satu kutub apa mau Megawati, kutub lain apa mau Prabowo. Tapi kami memahami," jelas Andi Arief.
Disisi lain, Andi menganggap Gerindra dan PKS masih mau berfikir rasional.
"Saya mengajak semacam konvensi figur-figur terbatas dan diputuskan awal Agustus. Figur itu Prabowo, AHY, GN, Anies, Aher dan Sohibul Imam," jelasnya.
"Kalau dua hari ini beberapa kader Demokrat menginginkan Gatot-AHY, itu karena dua kali survei internal kami menyatakan duet itu bisa menang, alternatif lain Anies-AHY atau sebaliknya. Kami sadar Gatot dan Anies pintunya tergantung Gerindra. Itulah ajakan saya pada PKS dan Gerindra di tengah anomali besar seperti dalam survey kami terakhir di mana dukungan #2019gantipresiden unggul dua persen di atas dukungan #jokowi2periode."
[sam]
BERITA TERKAIT: