Apalagi pertemuan tersebut bukanlah diagendakan tapi secara kebetulan.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN), Adi Prayitno menilai foto tersebut membuat kesan bahwa Anies sedang mempersiapkan dirinya dalam membangun citra di dunia internasional.
Terlebih belakangan nama Anies muncul di berbagai lembaga survei sebagai cawapres alternatif.
"Ini yang kemudian dijadikan amunisi untuk terus meningkatkan citra. Membangun citra positif saja, diterima dunia internasional, relasi mendunia," ujarnya kepada kantor berita politik RMOL. Jumat, (27/4).
Lebih lanjut, Adi menilai bagi relawan Anies pertemuan tersebut dianggap Anies telah mesra dengan pemimpin dunia. Sehingga kemungkinan Anies menjadi cawapres terbuka lebar.
Padahal realitasnya beda. Bagi publik yang tak mengetahui secara utuh pertemuan itu tentu termakan info kemesraan Anis dan Erdogan.
"Sementara yang tahu detail soal itu pasti menganggap Anis sedang berupaya membangun citra saja," ujarnya.
Sebelumnya Anies mengunggah foto pertemuannya di instagram pribadinya.
Dalam foto Anies menulis caption yang intinya menyampaikan kepada pendukungnya bahwa ia diterima baik oleh Erdogan.
[nes]