Pertemuan itu untuk membahas persoalan naik dan langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) di pasaran.
Dalam kesempatan itu, KAMMI sebelumnya melakukan aksi menolak kenaikan BBM menyampaikan bahwa pemerintah harus menjaga ketersediaan BBM jenis premium.
"Pemerintah harus hadir dalam menjaga tersedianya BBM untuk kalangan menengah ke bawah, sehingga ini tidak membuat rakyat gelisah," ujar Ketua Umum KAMMI Irfan Ahmad Fauzi melalui siaran persnya kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/4).
Lebih lanjut, Irfan mengatakan, bahwa saat ini rakyat dibingungkan. Di satu sisi Premium dengan harga yang relatif lebih murah langka, namun di sisi yang lain Pertalite dan Pertamax dinaikkan.
Dari data yang dibagikan Pertamina, harga Pertamax di Jakarta menjadi Rp 8.900 per liter sejak Sabtu (24/2). Harga itu naik Rp 300 per liter dari sebelumnya Rp 8.600.
Sementara, harga Pertamax Turbo menjadi Rp 10.100 atau naik Rp 500 per liter dari Rp 9.600. Dexlite menjadi Rp 8.100 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp10.000.
Selain itu KAMMI juga mendorong pemerintah agar memberikan kepercayaan lebih kepada anak negeri untuk mengelola sumber daya alam Indonesia secara mandiri dan mulai mengurangi peran dan ketergantungan kepada asing.
"Sudah saatnya secara perlahan anak-anak bangsa diberi kepercayaan untuk mengelola sumberdaya alam bangsa ini dan mengurangi peran asing," pungkas Irfan.
[rus]
BERITA TERKAIT: