Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memanggil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Calon Wakil Gubernur Sumatra Utara Musa Rajekshah alias Ijeck dan sejumlah anggota DPRD Sumut pada Sabtu (21/4).
Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Dadang Darmawan menilai situasi tersebut ikut mencoreng Pilgub Sumut. Pasalnya, opini publik bakal tergiring untuk menganggap bahwa Ijeck bakal terseret kasus tersebut.
"Mau enggak mau, suka enggak suka, masyarakat akan berpikir demikian karena kasus ini sudah menyeret banyak orang. Opini masyarakat tidak bisa dikendalikan dan Ijeck harus menghadapi situasi ini," ujar Dadang saat dihubungi, Senin (23/4).
Dadang menambahkan, meski KPK hanya memanggil Ujeck sebagai saksi, namun kesan Pemprov Sumut daerah korup akan semakin kental.
"Jangan sampai jika terpilih nanti, Ijeck akan menguatkan label kutukan penguasa Sumut adalah langganan korupsi. Nama Sumut akan kembali tercoreng. Lawan politik dia di Pilgub Sumut pasti akan memanfaatkan situasi ini. Dan ini sah-sah saja," kata Dadang.
[nes]