Penegasan itu disampaikan Rizal kepada Sandiaga Uno, ketua tim pemilihan calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto. Tadi sore, Rizal dan Sandi melakukan pertemuan di Kafe JakBistro, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/4).
Rizal mengatakan sangat mungkin ekonomi Indonesia bisa tumbuh 10 persen, bukan seperti tiga tahun pemerintahan Jokowi yang stag di angka 5 persen. Rizal meyakinkan, bisa bermetamorfosis menjadi negara besar setelah hancur lebur usai Perang Dunia Kedua karena ekonominya bisa tumbuh 12 persen.
"China bisa tumbuh 12 persen selama 25 tahun sehingga China jadi raksasa," kata Rizal.
Seandainya pertumbuhan ekonomi sedemikian besar, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden RI Abdurahman Wahid (Gus Dur) ini menegaskan masyarakat Indonesia berusia produktif akan memperoleh pekerjaan dengan mudah.
"Lapangan pekerjaan akan lebih banyak, upah otomatis akan naik rakyat juga hidupnya akan lebih baik," imbuhnya.
Selama beberapa tahun terakhir, lanjut pria yang akrab disapa RR ini, ekonomi bangsa tak pernah tumbuh di atas angka 6,5 persen. Itu menurut dia karena model pembangunan bangsa hanya berdasarkan kepentingan Bank Dunia.
Kondisi tersebut kata dia diperparah dengan pembangunan yang ditopang dengan utang yang sangat besar.
"Enggak sedikit utangnya nambah. Ya mundur lagi. Pola pembangunan ini harus dirubah dengan pola Asia Timur," tekan RR.
[dem]