Begitu dikatakan Anggota Komisi X DPR Popong Otje Djundjunan yang akrab disapa Ceu Popong ini saat sosialisasi Empat Pilar MPR ke Ikatan Istri Keluarga Unpas (IIKU) dalam HUT ke-27 organisasi itu di Bandung, kemarin.
“Perempuan harus bisa memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan yang ada dalam Empat Pilar bangsa,†ucapnya.
Menurut Ceu Popong, seorang perempuan dan istri yang inspiratif adalah yang Pancasilais. Dengan memegang teguh nilai-nilai Pancasila, perempuan akan menjadi warga negara yang baik dan taat menjalankan agamanya. “Sebab, ideologi bangsa Indonesia tidak mengakui kelompok yang tidak bertuhan,†tuturnya.
Kata politisi Partai Golkar ini, perempuan yang inspiratif juga menjungjung nilai-nilai luhur budaya bangsa. Perempuan tersebut tidak akan ikut-ikutan dengan budaya asing yang tidak sesuai karakter bangsa. Terlebih, Indonesia memiliki budaya dan ciri khas tersendiri. Beda dengan Arab, China, Jepang, ataupun Amerika.
Dengan memegang nilai-nilai Empat Pilar, Ceu Popong yakin para perempuan akan menjadi karakter unggul. Alhasil, akan tercipta keluarga yang berkualitas yang mampu mendorong kemajuan bangsa.
Kehadiran Ceu Popong disambut baik para anggota IKKU. Dewi Indriati, salah satu anggota IKKU menganggap, Ceu Popong sebagai sosok berpengalaman dan berintegritas untuk berbicara mengenai perempuan dan kebangsaan.
Kata dia, Ceu Popong telah menamkan solidaritas kebangsaan untuk menjaga nilai-nilai budaya lokal dan nasional demi menjaga eksistensi bangsa.
“Perempuan sebagai inspirasi keluarga harus menanamkan nilai-niai kebangsaan tersebut. Dari keluarga yang mencitai bangsanya akan tumbuh masyarakat yang mencintai bangsa. Negara yang kuat dan kokoh akan terbentuk,†ucapnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: